Jumat, 01 Maret 2013

LAPORAN KIMIA REAKSI ENDOTERM DAN EKSOTERM







NAMA  : DEWI NOVRIYANTI
KELAS  : XI. A 2

SMA PLUS NEGERI 07 BENGKULU

REAKSI  ENDOTERM  DAN  REAKSI  EKSOTERM

1. Tujuan :
Dapat membedakan reaksi endoterm dan reaksi eksoterm.
2. Teori  Singkat :
          Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia dengan dengan sistem pelepasan kalor. Pada reaksi eksoterm, suhu campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat – zat kimia yang bersangkutan akan turun sehingga sistem melepaskan kalor ke lingkungannya.
          Reaksi endoterm adalah reaksi kimia denggan sistem menyerap kalor dari lingkungannya. Pada reksi ini, terjadi kenaikan energi potensial zat – zat yang berinteraksi atau terjadi penurunan energi kinetik hingga suhu sistem turun.

3. Alat dan Bahan :
1.     Tabung reaksi dan rak                       9.   Pita Mg  
2.    Sumbat tabung                                 10. Larutan HCl 1 M
3.    Spatula  kaca                                    11.  Ba(OH)2.8H2O
4.    Gelas kimia                                        12.  NH4Cl
5.    Batang pengaduk                               13.  Bubuk Oralit
6.    Gelas ukur                                          14.  Bubuk Deterjen
7.    Pipet tetes                                         15.  Urea
8.    Termometer                                     16.  Air

4. Cara Kerja :
1.     Masukan 5 mL HCl 1 M ke dalam tabung reaksi dan tambahkan pita Mg.
2.    Masukan bubuk oralit. Aduk larutan kemudian amati suhu larutan setelah beberapa saat diaduk.
3.    Masukan Ba(OH)2.8H2O sebanyak 2 spatula ke dalam tabung reaksi. Tambahkan NH4Cl, sebanyak 2 spatula. Aduk campuran itu, kemudian tutuplah tabung tersebut.
4.    Masukan 50 mL air kedalam gelas kimia. Masukan urea, aduk larutan kemudian amati suhu larutan setelah beberapa saat diaduk.
5. Hasil Pengamatan
Bagian I
Perlakuan
Hasil
HCl + Mg
Mengeluarkan gelembung, suhu panas
Ba(OH)2 +  NH4Cl
Berbau,  suhunya dingin

Bagian II
Pemeriksa suhu
Suhu
Suhu awal
29 0C
Suhu akhir larutan oralit
28,5 0C
Suhu akhir deterjen
29,5 0C
Suhu akhir larutan urea
27 0C

6. Pertanyaan
1.     Manakah yang termasuk larutan endoterm?
2.    Manakah yang termasuk larutan eksoterm?
3.    Gambarlah diagram tingkatan energi diatas!
Jawab :
1.     Larutan oralit dan larutan urea. (28,5 0C dan 27 0C)
2.    Larutan deterjen (29,5 0C)
3.     Gambar diagram :
HCl + Mg
MgCl2(ag) +  H2(g)
 





                                                     a. HCl + Mg
                                             ΔH = -

Air + deterjen
Larutan deterjen
Larutan oralit
Ba(OH)2(ag) + 2NH4(OH)(ag)
Ba(OH)2 + NH4Cl
Air + urea
Larutan urea
Air + oralit
 




       b. Ba(OH)2 +  NH4Cl                                          c. Larutan oralit   
                 ΔH = +                                                           ΔH = +




 



       d. larutan deterjen                                                 e. Larutan urea
                 ΔH = -                                                                    ΔH = +


Kesimpulan :
          Larutan yang mengalami reaksi eksoterm adalah larutan deterjen, karena pada larutan tersebut menggalami kenaikan suhu. Yang mulanya 29 0C menjadi 29,5 0C.Sedangkan larutan yang mengalami reaksi endoterm adalah larutan oralit dan urea. Larutan tersebut pada mulanya suhu 29 0C menjadi (28,5 0C dan 27 0C).
          Pada reaksi eksoterm entalpi(ΔH) di ikuti dengan negatif (-) sedangkan pada reaksi endoterm entalpi (ΔH) diikuti dengan positif (+).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar